Peran Kampus Swasta pada Dunia Pendidikan Indonesia

Peran PTS (Perguruan Tinggi Swasta) atau kampus swasta memang tidak bisa dipandang sebelah mata dinegeri ini, meskipun akhir-akhir ini banyak terjadi kasus kampus ilegal hingga wisuda abal-abal. Hal ini menandakan banyaknya terjadi permasalahan pada dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Gelar akademik seakan menjadi  keharusan dan penentu keberhasilan dalam status sosial maupun kepastian mendapatkan pekerjaan dikemudian hari. Hal ini merupakan stigma yang perlu kita perbaiki pada masyarakat kita, karena sesungguhnya yang harus diperkuat adalah kompetensi akademik dibalik gelar tersebut.

Meski tidak sepenuhnya pendapat diatas tepat, tetapi tidak bisa dipungkiri bila pendidikan dapat menjadi sarana dalam pergerakan kelas sosial di masyarakat Indonesia. Dalam hal ini evaluasi atas penyelenggaraan pendidikan tinggi kita harusnya ditempatkan.

Berdasarkan data Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Ristek Dikti) pada tahun 2017, jumlah unit perguruan tinggi yang terdaftar mencapai 4.504 unit. Jumlah perguruan tinggi swasta  mencapai 3.136 unit. Sedangkan jumlah perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi unit yang paling sedikit, yaitu 122 unit. Kemudian perguruan tinggi lainnya adalah perguruan tinggi agama dan perguruan tinggi di bawah kementerian atau lembaga negara dengan sistem kedinasan. Pada data tersebut dapat kita lihat bahwa perguruan tinggi swasta (PTS)  masih mendominasi perguruan tinggi di Indonesia.

katadata

Sumber: http://katadata.co.id

Bagaimanapun, jumlah ini masih tidak sebanding dengan angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia. APK Indonesia berada di kisaran 31,5 persen. Hal ini membuat banyak PTS yang mempunyai mahasiswa kurang dari 500 dan membuat kondisi PTS tersebut tidak sehat. Pada sisi lain, tingginya minat calon mahasiswa yang mendaftar pada PTN yang rata-rata menghadirkan kuliah dengan biaya lebih terjangkau masih belum mampu tertampung seluruhnya. Hal ini terjadi karena masih minimnya jumlah PTN di Indonesia.

Kampus Swasta VS  Kampus Negeri

Mayoritas masyarakat negeri ini meyakini bahwa kampus negeri pasti lebih baik dibandingkan dengan kampus swasta. Hal ini memang tidak bisa ditepiskan karena memang pada kenyataannya banyak PTS yang hanya menjadi tempat cadangan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tetapi apakah memang benar demikian?

Stigma masyarakat bahwa Kampus Negeri lebih baik dibanding Kampus Swasta tidaklah sepenuhnya benar. Banyak hal yang menjadi aspek penilaian kualitas perguruan tinggi di Indonesia. Aspek tersebut seperti alumni, visi-misi perguruan tinggi, status akreditasi, kurikulum, kualitas dosen atau sumber daya manusia, kualitas manajemen dan organisasi, kualitas kegiatan kemahasiswaan, serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

Mari kita coba menilik Prestasi Kampus Swasta dan Kampus Negeri di Indonesia dibawah ini.

Daftar 25 Peringkat Perguruan Tinggi Non-Politeknik di Indonesia tahun 2017 berdasarkan data KEMENRISTEK DIKTI

  1. Universitas Gadjah Mada
  2. Institut Teknologi Bandung
  3. Institut Pertanian Bogor
  4. Universitas Indonesia
  5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  6. Universitas Diponegoro
  7. Universitas Airlangga
  8. Universitas Brawijaya
  9. Universitas Hasanuddin
  10. Universitas Negeri Yogyakarta
  11. Universitas Sebelas Maret
  12. Universitas Andalas
  13. Universitas Pendidikan Indonesia
  14. Universitas Padjadjaran
  15. Universitas Negeri Malang
  16. Universitas Negeri Semarang
  17. Universitas Udayana
  18. Universitas Lampung
  19. Universitas Sumatera Utara
  20. Universitas Jember
  21. Universitas Negeri Medan
  22. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
  23. Universitas Riau
  24. Universitas Sriwijaya
  25. Universitas Jenderal Soedirman

Daftar 25 Peringkat Perguruan Tinggi Politeknik di Indonesia tahun 2017 berdasarkan data KEMENRISTEK DIKTI

  1. Politeknik Elektronik Negeri Surabaya
  2. Politeknik Negeri Sriwijaya
  3. Politeknik Negeri Semarang
  4. Politeknik Negeri Malang
  5. Politeknik Negeri Jakarta
  6. Politeknik Negeri Jember
  7. Politeknik Negeri Bandung
  8. Politeknik Negeri Lampung
  9. Politeknik Negeri Medan
  10. Politeknik Negeri Pontianak
  11. Politeknik Negeri Padang
  12. Politeknik Negeri Ujung Pandang
  13. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  14. Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  15. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  16. Politeknik Negeri Bali
  17. Politeknik Negeri Samarinda
  18. Politeknik Negeri Manado
  19. Politeknik Negeri Banjarmasin
  20. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
  21. Politeknik Negeri Lhokseumawe
  22. Politeknik Caltex
  23. Politeknik Negeri Kupang
  24. Politeknik Manufaktur Bandung
  25. Politeknik Ubaya

Daftar 20 Peringkat Perguruan Tinggi di Indonesia berdasarkan data Webometrics November 2017.

Peringkat Webometrics

Sumber:  http://www.webometrics.info

Berdasarkan data dari KEMENRISTEK DIKTI dari 25 Perguruan tinggi Non Politeknik tidak ada satupun yang berasal dari Perguruan Tinggi Swasta, sedangkan dari data 25 Perguruan Tinggi Politeknik hanya ada satu perguruan tinggi swasta yang masuk dalam daftar tersebut yaitu Politeknik Caltex Riau.

Berdasarkan data yang diambil dari Webometrics dapat kita lihat dari daftar Peringkat 20 Perguruan Tinggi Indonesia untuk Perguruan tinggi swasta hanya berada pada urutan 18 dan 19.

Meskipun dari data pemeringkatan diatas menggambarkan bahwasanya kebanyakan perguruan tinggi swasta belum mampu menorehkan prestasi yang bagus tetapi bukan berarti semua perguruan tinggi swasta tidak bagus, kenyataannya ada beberapa perguruan tinggi swasta yang dapat bersaing dengan perguruan tinggi negeri lainnya seperti Universitas Kristen Petra, Universitas Bina Nusantara dan Politeknik Caltex Riau.

Universitas VS Politeknik

Munkin bagi sebagian orang masih belum paham apa perbedaan antara universitas dan politeknik. Berdasarkan informasi dari halokampus.com berikut  adalah perbedaan antara Universitas dan Politeknik.

Universitas menyelenggarakan pendidikan akademik dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sedangkan Politeknik menyelenggarakan pendidikan vokasi atau pendidikan berdasarkan keahlian atau terapan.  Jika kita analogikan pada level sekolah maka universitas bisa kita anggap seperti SMA (Sekolah Menengah Atas) dan Politeknik bisa kita anggap seperti SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), tetapi dalam hal ini universitas mempunyai cakupan yang lebih luas lagi.

Politeknik memiliki tujuan untuk menyiapkan peserta didiknya untuk menjadi individu yang punya kemampuan profesional supaya mampu menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Peran Politeknik pada dunia Pendidikan Indonesia

Pemerintah terus berusaha  untuk merevitalisasi pendidikan tinggi vokasi di Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan tenaga kerja terampil dan daya serap dari para lulusan politeknik pada dunia kerja industri. Tujuan Revitalisasi Politeknik adalah supaya para industri mendapat pasokan tenaga kerja yang kompeten dari lulusan politeknik yang bersertifikat kompetensi sesuai kebutuhan industri, mahasiswa politeknik juga didorong untuk membuat hasil produk bernilai ekonomis (teaching industry) untuk meningkatkan potensi di daerahnya. Pemerintah juga sedang berusaha untuk mendorong minta masyarakat untuk kuliah di Politeknik, hal ini ditandai dengan mulai adanya kampanye dibeberapa media yang dimiliki KEMENRISTEK DIKTI dengan tagline “AYO KULIAH KE POLITEKNIK“.

Politeknik

Sumber: http://kelembagaan.ristekdikti.go.id/

Berdasarkan data dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2016, jumlah Politeknik diindonesia hanyalah sebanyak 242 Politeknik yaitu sebesar 5% saja dari jumlah seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Angka ini sangat kecil sekali dibanding jumlah Sekolah Tinggi atau Universitas yang ada di Indonesia. Dari 242 Politeknik yang ada diindonesia terdapat 99 Politeknik yang masuk ke kategori Perguruan Tinggi Negeri, berarti terdapat 143 Politeknik Swasta atau sekitar 59% dari total populasi Politeknik adalah Politeknik Swasta.

Jumlah Perguruan Tinggi

Sumber: http://kelembagaan.ristekdikti.go.id/index.php/statistik-5/

Dari segi kuantitas memang Politeknik Swasta lebih banyak daripada Politeknik Negeri tetapi dari segi kualitas memang lebih didominasi oleh Politeknik Negeri. Dari hasil pemeringkatan Perguruan Tinggi Politeknik dari KEMENRISTEK DIKTI hanya ada satu Politeknik Swasta yang mampu bersaing dengan Politeknik Negeri lainnya yaitu Politeknik Caltex Riau.

Politeknik Caltex Riau Sebagai Politeknik Swasta Terbaik

Politeknik Caltex Riau atau yang dikenal dengan PCR adalah salah satu Politeknik yang ada di Riau yang berlokasi di Pekanbaru. Politeknik Caltex Riau adalah Politeknik Swasta Terbaik di Indonesia berdasarkan data dari KEMENRISTEK DIKTI.

Politeknik Caltex Riau didirikan oleh kerjasama antara PT Caltex Pasifik Indonesia (Sekarang PT Chevron Pasifik Indonesia) dengan Pemerintah Provinsi Riau yang resmi berdiri pada tanggal 31 Agustus 2001 dengan motto “Empowers You to Global Competition”. Pada awal berdiri PCR membuka tiga Program Studi Diploma, yaitu Teknik Elektronika, Teknik Telekomunikasi dan Teknik Komputer. Seiring pergantian tahun jumlah program studi di PCR juga bertambah, sekarang ini PCR sudah memiliki 10 Program Studi (5 Program Studi D3 dan 5 Program Studi D4), berikut adalah daftar program studi beserta akreditasinya yang terdapat di PCR:

  1. D3 – Teknik Komputer
  2. D3 – Teknik Elektronika
  3. D3 – Teknik Telekomunikasi
  4. D3 – Teknik Mekatronika
  5. D3 – Akuntansi
  6. D4 – Teknik Informatika
  7. D4 – Sistem Informasi
  8. D4 – Teknik Elektronika Telekomunikasi
  9. D4 – Teknik Mesin
  10. D4 – Teknik Listrik

Politeknik Caltex Riau

Sumber: https://pcr.ac.id

Proses akademik yang dijalankan PCR berjalan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari akreditasi institusi yang diperoleh oleh PCR dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), dimana PCR telah mendapatkan Akreditasi B.

Semua program studi yang ada di pcr sudah terakreditasi dan dua program studi telah mendapat Akreditasi A yaitu Program Studi Teknik Elektronika Telekomunikasi dan Akuntansi.

Budaya Kampus PCR

PCR memiliki budaya kampus yang unik dan terus menerus diturunkan kepada semua civitasnya, berikut adalah budaya kampus yang ada di PCR.

  • Kampus Ramah Lingkungan
  • Kampus Bebas Asap Rokok
  • Kampus Tertib Lalu Lintas

Budaya ini sudah turun-temurun dan mengakar di PCR, setiap civitas akademik yang ada di PCR sudah paham dengan budaya tersebut. Seluruh Civitas Akademika PCR baik Staf ataupun Mahasiswa tidak boleh  merokok didalam areal kampus PCR, hal ini menjadikan kampus PCR Steril dari Asap Rokok. Seluruh civitas akademika PCR juga berkewajiban membawa atau menggunakan kelengkapan kendaraan saat berkendara di area PCR. Kampus PCR adalah kampus Ramah Lingkungan hal ini ditandai dengan banyaknya area terbuka hijau yang terdapat di PCR, bahkan anda akan kesulitan mencari sampah yang berserakan di area PCR seluash 15 hektar tersebut karena lingkungannya selalu terjaga kebersihannya.

Satu hal lagi yang akan kamu jumpai jika kuliah di PCR adalah Disiplin, PCR sangat restrict dengan aturan kedisiplinan, hal ini ditandai dengan aturan jam masuk kuliahnya yang berbeda dengan kampus lain yang ada Riau. Jam perkuliahan di PCR dimulai dari jam 07.00 Wib, dimana rata-rata kampus di sekitarnya memulai aktifitas perkuliahannya pukul 07.30 atau 08.00.  Hal ini dilakukan guna membiasakan mahasiswanya untuk dapat mulai beraktifitas lebih pagi supaya tidak canggung dengan dunia kerja nantinya.

Buat kamu yang berminat untuk mendaftar kuliah di Politeknik Caltex Riau bisa mengunjungi link dibawah ini:

Perimaan Mahasiswa Baru PCR 2017

Referensi:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s